[FF ficlet] I want to be your heartguard

Title : I want to be your heartguard

Author : @tium_ara a.k.a Siwonara a.k.a Tium a.k.a. El_fara

Main Cast : Lee Hyuk Jae, Donghae

Support Cast : Kyuhyun, Sungmin, Taemin, Leeteuk, Siwon

Rating : Teenager deh pokoknya!

Genre : romance/friends, oneshoot, Super Junior, Happy Romance, Heteroseksual

Warning! : ini bukan Yaoi! Donghae jadi cewek disini

Ps : aku adalah author baru di dunia perFFan, sebenarnya ini FF oneshoot pertamaku tapi malah yang ketiga selesai karna udah kelamaan hiatus nih FF. comment yang bagus, ya! Siapa tau kita bisa jadi teman ^^

Disclaim : jangan dicopy, ya.. meskipun gak bagus-bagus banget tulis “credit” ya..

Langit malam itu mendung. Tak ada bintang atau bulan yang menyinari langit kota itu. Seorang yeoja mendesah. Ia menyesali karna langit malam itu tidak membuat moodnya membaik. Ia mengingat kejadian hari ini

~flashback~

Donghae berjalan cepat kea rah perpustakaan sekolah. Ia sangat mem-butuhkan satu buku kesastraan untuk menyelesaikan tugas Bahasanya. Berkali ia menabrak punggung orang-orang di depannya. Namun ia hanya meminta maaf cepat. Sepertinya tugas itu sangat penting sehingga yeoja cantik itu sangat terburu-buru.

“Sungmin~ah.. jangan seperti itu..” Donghae mendengar suara yang dikenal-nya saat ia melewati taman belakang. Seketika ia berhenti. Donghae berjalan mundur untuk memastikan dugaannya.

Ia benar, seorang namja tampan berambut coklat gelap itu sedang bercanda sambil sesekali tertawa karna dikelitik yeoja mungil disampingnya. Mereka terlihat sangat dekat dan mesra. Seketika itu juga Donghae merasa terluka.

Dulu Kyu adalah orang yang sangat berharga untuk Donghae. Dan sekarang pun masih begitu ternyata. Padahal ia dan Kyu sudah berpisah sekitar 3 bulan. Tapi Donghae tidak bisa membohongi perasaannya yang masih mengarah pada Kyuhyun yang disayanginya.

“nanti main ke rumahku sajalah..” terdengar bisikan Sungmin pada Kyuhyun di telinga Donghae. Tapi selanjutnya ia tidak melihat atau mendengar suara kedua orang yang telah menyakitinya itu karna ia berlari. Donghae berlari secepat mungkin kea rah perpustakaan sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangan, menahan tangis.

~flashback end~

Ya, yeoja itu bernama Donghae. Kini ia sedang menutup jendelanya tidak puas karna tidak menemukan satu pun bintang menghiasi langit. Yeoja itu baru saja memasuki Chung hakyo-high school tahun ini. Ia sedang menikmati masa-masa SMAnya meskipun pada bulan-bulan awal ia harus merasakan patah hati karna putus dengan kekasihnya setelah berpacaran hampir 2 tahun.

Ia cantik. Donghae juga pintar dan supel. Ia disukai teman-teman angkatan-nya dan juga guru-guru di sekolah. Jadi, ia menjalani masa SMA dengan senang dan mencoba menghapuskan rasa sakit hati dengan bergaul dan belajar serta mengasah bakat-bakatnya.

Tapi satu kelemahannya adalah menghapus perasaanya pada seorang namja yang kini telah menemukan penggantinya. Rasa suka yang masih bertahan itu sangat membebaninya. Seperti hari ini, ketika ia tak sengaja bertemu dengan sepasang kekasih itu, Donghae langsung merasa sakit pada ulu hati.

Setelah mencoba menghapus ingatan hari ini di taman belakang dengan melukis, Donghae pun tertidur lelap di sofanya yang biasa ia buat tempat duduk melukis karna itu lebih nyaman daripada duduk di kursi keras khusus melukis.

~Hyuk POV~

Hari ini aku lagi-lagi melihat wajah Donghae sendu saat memasuki perpustakaan. Bahkan ia tidak menyadari keberadaanku di rak tempat dia mencari buku. Padahal seingatku akhir-akhir ini ia sudah tidak berwajah seperti itu lagi. Terakhir aku melihatnya berwajah seperti mayat hidup itu kapan, ya.. mungkin 2 minggu yang lalu? 1 bulan? Ah, 2 bulan yang lalu. Aku ingat sekali musim dingin saat itu.

~flashback~

Hari ini adalah hari-hari akhir musim dingin. Natal sudah berlalu. Aku senang sekali dengan udara yang sudah mulai menghangat.

Oh ya, sekarang aku sedang berada di jalan raya, berjalan menuju halte bus untuk pulang ke rumah. Hari libur kali ini sangat menyenangkan. Aku seharian berjalan dan belanja dengan sahabatku, Siwon. Sudah lama sekali aku tidak berbelanja banyak seperti ini. Maksudnya, hari ini aku bukannya menghambur-hamburkan uang seperti kebanyakan orang saat berbelanja banyak tapi hari ini aku membeli kebutuhan-kebutuhanku selama sebulan kemudian. Biasanya aku akan membeli sesuatu saat persediaanku di apartemen habis.

Tapi hari ini berbeda. Siwon yang lebih perhatian terhadap kehidupannya mengingatkanku dan membantuku mencari barang-barang yang kubutuhkan agar aku tidak usah membeli kebutuhanku secara ‘menyicil’. Aku membeli makanan, peralatan mandi, sprei yang tidak pernah kuganti sejak aku pindah ke Seoul 3 bulan lalu, sepatu, kemeja, baju-baju rumahan, sandal rumah dan banyak lagi. Yang jelas, belanjaku kali ini seperti saat berbelanja dengan eomma. Terperinci dan sesuai rencana. Jadi lumayan hemat juga.

Aku bersiul ringan sambil terus berjalan menenteng banyak kantong belanja yang ringan-ringan. Karna apartemen Siwon dekat dengan mall tadi, jadi aku tidak ada teman jalan ke halte bus. Tapi tak apa, aku sedang dalam good mood hari ini.

Seseorang menabrak lenganku. Cukup keras, sehingga aku kaget. Tapi tak sampai membuat kantong belanjaanku di tangan kanan terjatuh.

“ah, mianhae..” ujar yeoja yang menabrakku kaget juga. Ia mengucapkannya sambil menunduk. Tapi aku hapal suaranya karna aku selalu membuatnya mengutuk dan menjerit di sekolah.

“Donghae-ssi?” tanyaku memastikan sambil memerhatikan wajahnya yang tertunduk. Orang ini mendadak tersentak dan mendongak. Ada tanda tanya dan rasa senang di hatiku saat melihatnya yang memang Lee Donghae.

“ne. ha? Hyuk pabo?” katanya lemah.

“ya! Jangan menyebutku bodoh. Yang menabrak itu siapa?” aku langsung tersulut emosi.

“aku kan sudah minta maaf..” katanya lemah lagi. Aku jadi merasa bersalah. Kelihatannya hari ini ia masih seperti di sekolah kemarin-kemarin, tidak mempunyai semangat hidup. Bahkan sudah hampir sebulan ini ia membiarkan saja saat aku menjahilinya. Ia tidak membalasku sehingga keadaan menjadi tidak asyik.

“arasseo, arasseo. Eh, Donghae, mau minum kopi tidak? Aku tahu café yang menjual kopi enak. Mau kutraktir malam ini?” eh, kok aku mengajaknya minum? Sungguh tadi aku berkata tanpa sadar. Aku langsung saja menyesali ajakanku sendiri. Aku takut ia menolakku dan menyangka yang tidak-tidak.

Donghae mendongak lagi menatapku heran. Tuh kan, memang salah tadi aku mengajaknya minum bareng. Pasti ia menolaknya. Eunyuk pabo! Tidak tahu diri!

“baik. Aku mau.” Ia tersenyum. Aih, kenapa tiba-tiba dada ini bergetar hebat melihat gadis itu menarik ujung-ujung bibirnya. Apalagi saat aku sadar kalau setidaknya aku akan menghabiskan malam ini dengan minum di café bersama Donghae, tambah panas rasanya pipiku. Tapi aku langsung sadar dan bersikap biasa lagi. Aku mengajaknya ke café langgananku yang letaknya tak jauh dari sini.

“hmm.. apa yang kau lakukan di luar malam-malam begini?” tanyaku gugup untuk memulai pembicaraan karna daritadi Donghae diam saja entah memikirkan apa.

“ah.. aku sudah pergi dari sore tadi. Tapi.. aku tidak ingat aku pergi kemana saja.” Jawaban Donghae yang ragu-ragu membuatku bingung juga. Entah kenapa, jawabannya itu membuatku merasa harus mengembalikan senyumnya lagi. Padahal aku selalu mengganggunya di sekolah dan senang sekali membuatnya berteriak marah. Tapi itulah perasaanku, aku ingin senyumnya yang kulihat saat kami menjadi murid baru kembali.

~flashback end~

Nah, itulah terakhir kali aku melihatnya seperti orang kebingungan. Tapi kenapa tadi siang ia seperti itu lagi?”

Aku rasa, aku tidak mau lagi melihat bibirnya ditarik kebawah. Semoga saja, besok senyum angel itu kembali lagi. *eh, angel? Apa yang aku fikirkan tadi? Aku menyebut Donghae malaikat?*

~Donghae POV~

Kenapa aku malah memikirkan mereka? Orang-orang yang sempat membuat-ku kehilangan senyuman. Harusnya aku mengerjakan tugas Bahasaku!! Bagaimana ini? Ini sudah jam setengah 12!

***

Kriiing!! Kriiingg!!

“hoam…” eh, sudah jam berapa ini? Jam 6? Huah! Padahal aku baru tidur 3 jam, lho! Kenapa sih waktu gak bisa dikorting?

Gedubrakk!

Bodo amat lah, aku langsung bersiap ke sekolah. Saat menoleh ke kamar, kulihat beberapa barang terjatuh dari tempat seharusnya. Seperti jam weker, beberapa kacamata hitam, baju-baju berceceran, yah, mau gimana lagi? Aku seudah terlambat, jadi aku hanya tersenyum miris melihat keadaan kamarku.

“ya! Donghae~ah! Ada apa dengan kamarmuu?” aku mendengar suara Leeteuk umma saat aku mengambil sandwich di meja makan. Haha, ternyata umma sedang menengok kamarku. Kabur aah~~

“bye bye umma~” seruku sambil berlari secepat mungkin keluar rumah. Appa yang sedang baca Koran di ruang tamu menyerngit heran melihatku dan mendengar teriakan umma. Aku hanya membalas dengan senyum semanis mungkin.

***

~author POV~

Donghae masuk ke kelasnya dengan dandanan manis. Padahal saat ia keluar rumah tadi wajahnya pun belum terpoles dengan bedak. Ternyata ia berdandan di bus.

“annyeong~~” sapanya manis pada seluruh kelas. Tapi penghuni kelas sekarang baru berjumlah 5 orang. Jadi yang membalas salamnya hanya 5 orang itu.

“annyeong Donghae~ah..” balas mereka. Tapi salah satu dari mereka membalasnya dengan tatapan heran. Ya, dia adalah Eunhyuk. Ia melihat kea rah Donghae yang terlihat sangat sumringah. Ia heran padahal kan kemarin ia baru saja melihat Donghae yang seperti putus cinta.. eh.. apa yang difikirnya tadi? Donghae yang terlihat seperti putus cinta? Kenapaa ia bisa berfikir seperti itu? Memangnya Donghae baru putus cinta..

“ya Donghae! Kau dandan di bis ya?” tanya Eunhyuk iseng.

“ha? Memangnya kenapa?” Donghae langsung panic. Segera saja tangannya meraba-raba wajahnya. Eunhyuk terkikik melihat wajah gugup Donghae.

“ini.. lipstickmu berantakan~” Eunhyuk menyentuh pipi putih dan lembut Donghae. Donghae merasakan goresan benda halus di pipinya. Setelah itu Eunhyuk terrtawa makin geli sambil langsung menghindar dari Donghae. Donghae yang merasakan ada yang tidak beres langsung berlari ke toilet di samping kelasnya dan mencari cermin.

“huaaaa!! Ya Eunhyuk pabo!” donghae langsung berlari lagi ke kelasnya. Melihat Eunhyuk yang sedang tertawa hebat di bangkunya menambah emosi Donghae naik. Langsung saja dikejarnya orang yang membuat ujung bibir sampai pipinya merah seperti belepotan lipstick itu.

Dengan sigap Eunhyuk melarikan diri dan membuat mereka berdua jadi tontonan murid yang sudah mulai berdatangan. Ada yang tertawa, ada yang terkikik, bahkan ada yang bersuit suit melihat kedekatan mereka.

***

Hari-hari Donghae kini terasa makin berharga karna sepertinya harapan dan usahanya untuk membuat Donghae tersenyum sudah membuahkan hasil. Tiap hari mereka tertawa dan itu membuat perasaan Donghae sekarang sudah sangat baik. Ia mulai merasakan getaran aneh yang berusaha ia tepis setiap kali bersama Eunhyuk.

Donghae tidak mau hubungan mereka yang santai seperti ini rusak karna perasaan khusus Donghae pada Eunhyuk.

~Donghae POV~

“hae-ah, aku akan ada di depan rumahmu sepuluh menit dari sekarang. So, wait for me.” Telpon pun langsung diputus. Apa sih maunya monyet itu? Lagi-lagi ia ke rumahku saat hari sudah sangat sore begini. Hampir gelap dan aku merasa aneh berjalan dengannya saat gelap.

Aissh.. kenapa sih aku ini? Selalu begini saat Hyuk memberi perhatian? Aku.. tidak mau sikapnya berubah karna perasaanku padanya. Oke, aku akan mengakui kalau aku sudah mulai menyukai Hyuk sejak ia tiba-tiba menjadi baik padaku—padahal biasanya… kau tahu lah—menjadi sangat melindungiku, menghiburku saat moodku sedang jelek.

Dengan tampang konyolnya itu, mana mungkin aku menolak kebaikannya dari awal? Tapi sekarang? Bagaimana ini! Aku harus menghapus perasaanku agar Hyuk tetap bersikap seperti ‘ini’ padaku.

“ya! Kenapa kau menarik-narik rambutmu, ha?” Leeteuk eonni berbicara padaku? Siapa yang menarik-narik rambu…t. ups, kulihat pantulan diriku di cermin. Astaga! Apa yang kulakukan sehingga rambutku ini jadi terlihat seperti sarang burung, he?

“kau jelek sekali seperti itu!” ternyata Leeteuk eonni masih di depan pintu kamarku dan berkomentar sambil tertawa. “kau gembel..” ya! Apa yang ia bilang?!

“yak! Leeteuk eonni!!!” seruku sambil memegang bantal di belakang kepala. Aku sudah siap menimpuknya dengan bantal berat ini.. tapi sial!

Blamm!

Ia sudah terlanjur membanting pintu kamarku dan berlari setelah sebelumnya menjulurkan lidah padaku.

“pabo ya!”

***

“mian Donghae, sepertinya aku tidak bisa menjemputmu. Bisakah kau langsung saja ke taman tempat kita bermain biasa?” ujarnya di telepon. Oke, mau tidak mau aku harus sendiri ke taman itu dengan bis karna sepertinya aku sudah begitu ingin bertemu dengannya.

“eonni! Aku mau main dulu.” Pamitku sambil berteriak dari pintu depan. Kudengar ia membalas teriakanku. “ne!!”

Apa-apaan ini? Kok tempatku dan Eunhyuk bermain jadi tempat berkumpulnya anak gaul seperti ini?

“Donghae!” Eunhyuk.. Omo! Kenapa ia terlihat sangat berbeda? Ia sangat.. keren? Ani, mungkin karna penampilan dan gayanya berubah. Ia terlihat sangat gaul.. kufikir temannya hanya games online dan teman nyatanya hanya anak-anak penggemar games online juga, tapi sekarang tempat favoritku dan Hyuk ini berubah menjadi arena untuk skateboarding, dance, dan graffiti.

Eunhyuk mendekatiku sambil membawa skateboard dengan gaya seperti rapper gaul—gaya topi kesamping dan celana pendek maksudku. Aku menatapnya bingung sekaligus tidak suka. Kufikir, aku akan berduaan dengannya, tapi ternyata seperti ini, ia membawa banyak temannya untuk bermain bersama kami. Apakah ia bosan hanya mengobrol di bangku taman denganku?

“Donghae, kau suka skateboard?” tanyanya polos. Apa ekspresi tidak suka yang kutunjukkan ini tidak terlalu jelas?

“tidak.”

“baiklah kalau begitu. Aku akan membuatmu menyukainya.” Ia mengenggam tanganku dan sedikit menariknya ke dekat arena bermain skateboard yang keren.

~Hyuk POV~

Aku sudah mempersiapkan segalanya. Tapi karna urusan yang harus kuselesaikan, aku jadi meombak rencananya dan akibatnya aku jadi tidak bisa menjemput ia di rumah karna harus mengurusi setiap perencanaan ini.

Kulihat Taemin sedang men-cat skateboardku dan memberi graffiti tulisan yang kuinginkan. Aku tersenyum puas.

“ya! Hyuk hyung, kenapa kau malah diam saja? Bantu aku mengajari mereka gerakan!” Minho berteriak memanggilku. Apakah ia tidak bisa menjadi dongsaeng yang baik? Charismanya itu palsu!

“ne,” ujarku lemas sambil menghampirinya. Tapi seketika badanku yang kubungkuk-bungkukkan agar terlihat kelelahan jadi kembali tegak melihat seseorang sedang celingak-celinguk di depan taman. Kulihat awalnya semua temanku disini memperhatikannya, tapi setelah melihat wajah yeoja yang mendekat itu semakin jelas mereka langsung kembali ‘pura-pura’ asyik kembali dengan part mereka.

“Donghae!” Panggilku sewajar mungkin. Ia terlihat tidak begitu aman. Apa ia sudah tau rencanaku dan membuatnya ilfeel padaku melihat caraku ini? Aish, sudahlah, aku sudah menyiapkan segalanya dan tidak mungkin pengungkapan perasaan batal hanya karna takut ditolak.

Cowok mana yang takut ditolak, coba…

Disini, cowok itu ada disini dan takut ditolak oleh teman dekatnya. Dialah aku yang sedang mencoba bersikap datar saja. Ia cantik dengan sweater lengan panjang dan celana jeans pendek sepaha. Imut dan manis.

Aku menanyakan padanya apa ia suka skateboard atau tidak, tapi ternyata ia menjawabnya dengan dingin. Aku jadi ingin remuk sekarang. Kenapa sepertinya ia menunjukkan tidak suka?

“baiklah kalau begitu. Aku akan membuatmu menyukainya.” aku mengenggam tangannya dan sedikit menariknya ke dekat arena bermain skateboard.

Aku mendudukkannya di bangku semen yang paling stategis dan dekat dengan arena skateboard agar ia bisa melihat maksudku.

Dengan berdoa di dalam hati aku memulai rencana dan memberi aba-aba pada teman-temanku

***

Aku duduk di bangku dekat arena itu dan melihatnya kini berjalan ke arah arena bermain skateboard yang tak kutahu namanya. Aku tidak mengerti maksudnya. Mendudukanku di kursi taman dan bilang ia ingin membuatku menyukai skateboard? Namja gila! Aku tidak mengerti ini.

Blamm!

Sepertinya taman jadi gelap. Ah, tenyata anak-anak itu—teman-teman Hyuk—mematikan semua penerangan taman. Dan langit malam ini pun sepertinya sangat gelap meskipun bintang bertaburan indah.

Ya! Hyuk mau meluncur dari atas sana! Ia mau menunjukan permainan skateboardnya yang bagus padaku? Cih, aku tidak tersentuh. Toh aku tidak sama sekali mengerti tentang permainan atau olahraga skateboard ini.

Kok aku jadi judes sama Hyuk ya? Kenapa hari ini aku berbeda? Biasanya aku berbunga-bunga saat melihatnya dekat denganku. Tapi sekarang, di malam yang indah ini aku malah deg-degan tak tenang menunggu meluncurnya Hyuk Jae.

Eunhyuk meluncur saat aku menutup mata. Dan sekarang ia sedang berputar-putar mencoba agar skateboardnya juga ikut memutar sepertinya. Aku melihatnya dari sela-sela jari tanganku yang masih menutupi wajahku.

“Donghae, LOOK AT ME!!” serunya keras. Aku kaget. Apa dia tidak kehilangan tenggorokannya saat berteriak seperti itu, ya?

Kulihat ia loncat dari skateboardnya di udara yang sedari tadi menahan tubuhnya. Sontak aku langsung berdiri, takut terjadi apa-apa padanya. Aku mendekat ke arah arena skateboard. Lho, kenapa sekarang yang main hanya Eunhyuk? Bukannya tadi banyak, ya? Sejak kapan aku tidak memerhatikan keheningan di taman ini karna hilangnya orang-orang lain.

“yak! Hyuk pabo! Apa yang kau lakukan?! Cepat turun! Sebelum kepalamu itu terlepas di udara” aku balas meneriakinya panic.

Wuussh.. wuah, gerakannya keren sekali. Ia memutar papan dengan kakinya dengan gerakan lambat. Apa itu yang tertulis di bawah papannyaa? Aku bisa melihat jelas.

WOULD YOU BE MY GIRL, DONGHAE-SSI??

“apa-apaan kau ini? Cepat kita pulang. Aku mau pulang deh.” Aku shock sekali sepertinya. Campuran antara senang, kaget dan lega. Sampai-sampai aku bingung mau bicara apa dan malah menjudesinya tidak jelas. Padahal aku bahagia sekali, Eunhyuk!! Asal kau tahu itu… >.<

“nanti dulu, Donghae-ah! Aku serius. Tatap mataku.” Ia menahan kedua pipiku dan membuatku memandang wajahnya.

“aku mencintaimu, aku ingin melindungimu, harapan terbesarku adalah terus membuatmu tersenyum adalah kebahagiaan untukku.”

“…”

“aku ingin kau hanya memandangku dan kau juga mencintaiku. Aku ingin kita berkencan. Jalan-jalan untuk kencan, bukan untuk curhat saja.”

“…”

“saranghae, Hae..”

“nado, saranghaeyo, oppa..” Hyuk tercekat. Sebentar Hyuk bingung dan heran tapi akhirnya ia memberiku pelukan hangat. Tidak kusangka Hyuk benar-benar menyukaiku. Tadinya kufikir ia tidak menganggapku seperti itu meskipun kami mulai dekat sebagai teman. Senang rasanya hatiku sudah lega karna sudah tak ada rasa takut kehilangan Hyuk saat aku memberikan perasaanku sebenarnya.

Semoga keputusanku menerima Hyuk adalah pilihan yang tepat. Aku mulai mencintainya dan dia tahu cara membahagiakanku. Rasanya aku sendiri lupa sejak kapan memiliki perasaan special ini. Aku membutuhkan Hyuk untuk menemaniku dan menciptakan hari-hari indah

Tiba-tiba langit terasa sangat cerah saat aku ada di pelukannya. Aku mendecak kagum saat melihat lampu taman pun mulai menyala kembali dan graffiti-graffiti di taman ini bersinar-sinar dan anak-anak gaul teman-teman Hyuk tadi pun mulai menari Lucifer. Apa ini perasaan Hyuk saat aku dan dia sedang dekat ya?

FINAL..

Annyeong, Chingu.. gimana ceritanya? Maaf ya kalau kurang greget karna ceritanya tersimpan cukup lama teronggok begitu saja di laptop. Dan terserah kalo kalian bilang ini terlalu pendek atau gaje, baca aja kalo tertarik dank omen kalo ada bagian yang kalian suka atau kurang suka. Kalau banyak yang komen dan vote, aku mau post kelanjutan hubungan KyuMin dan EunHae. Belom pada tau kelanjutannya kan? Aku buatin sequel deh!

Tapi biar bagaimana pun kayaknya aku bakal tetep post kelanjutan kisah double couple ini.

Mian, kalau aku bukanlah writer yang asik, yang suka memberikan komentar-komentar seperti writer kebanyakan. Habis, aku rasa itu bukan aku banget…

Terima Kasih sudah membaca tulisan-tulisanku dan berkomentar.. ^^

Aku doain yang RCL bakal ketemu biasnya! Gak berani doain yg jelek-jelek deh buat yang gak RCL.. Aku usahakan balas komentar kalian deh!!

Maaf juga ya kalau WPku masih jelek. Aku buata cara desain WP bagus. Maaf kalau para reader agak kebingungan dengan halamannya karna ini WP masih sangat sederhana. Ayo dong.. Aku juga terima masukan dan ajaran kalian mendesain WPku agar lebih praktis. Dan ada yang mau ngajarin cara bikin laman-laman di WPku seperti library, tinggal dikirim ke tiara_city@ymail.com lewat email, FB ataupun twitter