[FF oneshoot] Leave

Title : Leave

Author : @tium_ara a.k.a Siwonara a.k.a Tium a.k.a. El_fara

Main Cast : Choi Siwon, Kang Hyunra (OC), Lee Donghae

Rating : PG-15

Genre : romance/friends, oneshoot, hurt, songfic

Length : 3.402 words

Warning! : kalau menurut anda ff ini kurang bagus, jelek atau malah sangat jelek, tuliskan saja pendapat kalian di kolom komentar. Saya akan belajar dari kritik anda. Saya terima kritik untuk penulis, tapi tidak terima bashing dalam bentuk apapun. Terima kasih yang sudah menganggap ff ini baik dan suka pada ff ini. Maki-maki di facebookà Tiara Umbari. Twitterà @tium_ara Emailà tiara_city@ymail.com

Ps : terispirasi dari lagu Bigbang yang bisa dikatakan lagu galau tapi dibuat nge-beat, dan juga keinginan membuat ff dengan tokoh utama bias utama saya, akhirnya terciptalah ff ini. Tadinya ingin memberi judul sesuai dengan judul lagu, tapi karna ada beberapa lirik yang saya gubah, akhirnya tidak jadi. Semoga karakter Siwon disini sesuai dengan keinginan para pembaca. Maaf karna karakter Donghae disini karna saya sudah terpengaruh pada wajah dan karakter Donghae yang playboy, jadilah dia disini… Oke, let’s read!

Disclaim : tokoh Siwon dan Donghae milik Tuhan YME tapi semua karakter dan cerita disini adalah punya saya. Jangan ngaku-ngaku! Hehe…

Recommend song         : Love Dust

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

“andwe, oppa. Kita sudah harus berpisah. Aku harus ikut orang tuaku ke Amerika. Aku tidak bisa membiarkan oppa menungguku disini dan membiarkan hatiku terkunci karna memikirkan kau disini,”

you don’t love me?” tanyanya bergetar.

“ani, oppa. Bukan begitu, ini demi kebaikan kita..”

“’demi kebaikan kita’? kebaikan kita itu membiarkan kita masing-masing menunggu kedatangan satu sama lain untuk kembali..”

“tidak oppa. Aku tidak bisa membiarkan aku mengunci hatimu selama aku pergi dalam jangka waktu tidak jelas. Kau tampan, sempurna.. Tak akan bisa aku memilikinya sendiri, aku sadar itu. Carilah wanita yang baik.”

“aku tidak masalah hatiku, perasaanku, fikiranku dan ragaku dikunci olehmu. Aku takkan pernah bisa mencari yang lain. Karna tanpa kau mengunci diriku, aku sudah menetapkan bahwa kau adalah rumah bagiku.” Ujar Siwon dengan sepenuh hatinya.

“jeball, oppa…” mohon Hyunra agar Siwon tidak terlihat lemah.

“kojimal…” mohon Siwon tetapi percuma karna Hyunra sudah berbalik sambil menahan tangisnya. Ia harus pergi malam ini. Ia tahu ini berat bagi Siwon, ia juga merasakan rasa sakit ketika ia harus meninggalkan Siwon yang dicintainya. Tapi kepergiannya juga baru diketahuinya semalam. Ini semua sangat mendadak. Dan hari ini ia harus mengatakannya pada Siwon walaupun berat.

Menyadari Hyunra sudah pergi, Siwon langsung mencari-cari Hyunra di antara pertokoan yang ramai. Tapi terlambat, Siwon tidak bisa menemukan Hyunra. Ternyata Hyunra sedang bersembunyi di balik kios yang tidak bisa ditemukan Siwon. Ia sedang menangis. Tidak bisa lagi ia menahan rasa sesak di dadanya. Hanya air mata yang bisa ia keluarkan untuk mencoba menguranginya.

Tepat jam 11 malam, Hyunra meninggalkan Incheon dengan mata yang sembab karna terus-terusan menangis.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Gedung Hyundai 2012..

CHOI SIWON’S ROOM

“tolong periksa saham dari perusahaan HOSE. Saya dengar ada masalah disana. Atasi sebelum saya turun tangan.” Perintah Direktur Utama dengan tegas pada sekretaris pribadinya.

“ne, algasseumnida.”

Kring… Kring… Kriiiiing…

“Ne, yeoboseyo?”

“ya! Siwon-ah! Jangan terlalu kaku lah padaku..” ada suara lucu di telepon. Secara tak sadar, kedua sudut bibir Siwon tertarik ke atas. Ini adalah suara sahabatnya, sang playboy handal asal Mokpo.

“ya! Kemana saja kau?! Sudah Menikah? Sehingga tidak pernah terlihat lagi??”

“aissh.. apa maksudmu aku menikah?! Itu bukan aku sama sekali! Aku hanya sedang sibuk membangun perusahaan di Busan belakangan ini. Dan sadarkah kau bahwa aku adalah salah satu kolegamu?”

Siwon tampak menyerngitkan dahi sebentar.

“Ya! Kau adalah Lee Dong Hae itu?! Kukira siapa! Kau fikir nama Lee Donghae itu hanya kamu? Aku kan juga tidak tahu nama perusahaanmu itu!” Siwon balik memprotes.

“hahaha.. yayaya! Ada saja alasanmu! Yah, kau memang benar, tapi Lee Donghae, orang tertampan di seluruh Seoul itu hanya aku.” Balas Donghae pede.

“oh, predikat ketampananmu belum meningkat? Masih saja di Seoul?” goda Siwon geli sendiri. “kukira karna kau belakangan ini sibuk di Busan, predikat tertampanmu juga bertambah disana…” sindir Siwon.

“hah.. Kau tahu bahwa Busan itu penuh dengan pemuda tampan? Aku tidak bisa mengakui bahwa aku yang tertampan disana sebelum aku mendapatkan seseorang yang mengakuinya secara langsung,” Donghae menjawab dengan diawali helaan napas berat.

“haha… apa maksudmu ini adalah seorang wanita? Wanita lagi?! Dari Busan? Apakah wanita disana juga cakap seperti pemudanya?” tanya Siwon iseng.

“yah… kau tahulah aku… Ya! Wanita wanita disini neomu yeppeo! Tapi yang paling cantik adalah yang sedang kukejar sekarang..”

My friend talked about you

“kau mengejar apa? Apakah sama seperti saat kucing mengejar ikan?” goda Siwon.

“YA! Aih.. kau ini sangat keterlaluan, bung. Kau menyamakanku dengan kucing? Yang sedang mengejar ikan?” Donghae marah tak percaya. Sedangkan Siwon hanya bisa tertawa keras. Mereka selalu seperti ini saat sedang mengobrol.

“sekali sekali kau kesini saja untuk mencari wanita cantik. Mumpung jagoannya sedang ada di tempat..” tawar Donghae.

“kau tahu? Aku tidak bisa melakukan itu lagi. Itu terlalu menyakitkan..”

“ne, arraseo. Kalau begitu kau hanya harus ke Busan untuk melihatku dan melihat bagaimana wanitaku kali ini. Ini benar-benar istimewa.”

“ya! Untuk apa aku melihat keadaanmu? Kau bukan anak kecil lagi, Hae… Atau kau mau aku melihat langsung perusahaanmu? Ah… Kau sedang menyombong rupanya…”

“aissh… Siwon-ssi.. bukan begitu maksudku. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaan!”

“ne, arra, arra.. aku tahu apa maksudmu. Aku akan mengatur jadwalku menemuimu bila aku ke Busan.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Satu bulan setelah Donghae menelpon waktu itu, Siwon terbang ke Busan untuk pengamatan perusaan Donghae karna mereka adalah rekan bisnis, jadi masing-masing harus saling melakukan pengecekan perusahaan. Tapi selain itu juga, Siwon ingin melihat ‘wanita’ yang disebut-sebut Donghae istimewa. Tidak pernah Donghae sekalipun mengistimewakan seorang gadis diantara gadis-gadisnya sebelumnya. Itu berarti gadis yang ini benar-benar istimewa bagi Donghae. Seperti apakah wanita itu? Siwon sedang mencari jawabannya..

“ini adalah kantor cabang utama kami di Busan. Salah satu resort kebanggaan disini. Meskipun baru, rating resort ini sangat baik dan salah satu yang paling dilirik oleh turis.” Kata Donghae menutup kegiatan keliling resort pada Siwon. Siwon tersenyum professional.

“ne, aku bisa melihatnya. Begitu banyak pengunjung disini. Fasilitas yang baik juga mendukung resort bintang lima ini.” Siwon memuji. Donghae tersenyum misterius. Ia bangga karna Siwon memuji kehebatannya sekarang. Tapi melihat senyum Donghae yang mencurigakan, Siwon menyipitkan mata dan memandang sinis.

“ya, sudah cukup pengamatan hari ini, Lee Donghae-ssi. Saya puas pada perusahaan anda.” Siwon lalu berbalik dan meninggalkan gedung perusahaan Donghae.

Mereka berdua sudah punya waktu janjian besok siang untuk bertemu. Rencananya Donghae akan mengenalkan Siwon pada wanita istimewa itu saat jam makan siang dengan scenario yang sudah dibuat.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

“yak, Siwon-ah! Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?” Donghae menelpon tidak sabar. Masalahnya ia juga sudah seminggu tidak bertemu dengan wanita itu karena sibuk sekali.

“ne, ne… sepertinya kau juga tidak sabar menemuinya,”

“memang begitu.” Balas Donghae tegas.

“kita bertemu dimana? Di depan tokonya?”

“ya. Sekarang. Aku berangkat.” Donghae memutuskan telepon.

Di depan café tempat janjian…

Donghae menghampiri mobil Siwon yang baru sampai. Ternyata Donghae juga belum masuk ke café itu karna mereka janjian di depan café dan tidak ada yang masuk sebelum yang lain datang.

“kajja!” ajak Donghae tak sabar. Siwon hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat kecilnya itu. Mereka sudah dekat sejak sekolah dasar. Tapi terpisah saat universitas karna Donghae memilih kuliah di Australia. Persamaan strata membuat mereka dekat. Ternyata Donghae tidak pernah berubah, kalau urusannnya sama yeoja, gerakan Donghae sangat cepat, hampir tidak terlihat.

“nah… Kita harus duduk di tempatku biasa. Dari sini, kita bisa melihatnya dengan jelas. Tempat yang strategis!” bisik Donghae saat ia mengajak Siwon duduk di suatu meja yang dekat dengan meja kasir dan menempel pada kaca sehingga bisa melihat jalanan luar.

Siwon tertawa kecil lalu mengambil duduk di depan Donghae dan melihat keluar sekilas. Ia menikmati pemandangan tengah kota. Yang membuatnya menjadi pengusaha sukses penerus ayahnya adalah karna ia menyenangi bidang itu. Ia menyukai hiruk pikuk perkotaan, kesibukan kantor, dokumen-dokumen penting yang bernilai milyaran. Tapi bukan berarti dia gila jabatan. Yang membuatnya menduduki Direktur Utama padahal ayahnya belum pensiun adalah karna kemampuannya yang luar biasa di bidang bisnis.

“hei, kau mau memesan apa?” tanya Donghae mengusik pikiran Siwon yang entah kemana.

“cream waffle dan moccacino.”

“oke, itu saja. Cukup.” Ujar Donghae pada waitress.

“nah, sebentar saja pesanan kita pasti datang.” Benar kata Donghae. Kurang lebih sepuluh menit setelah mereka memesan, makanan mereka datang.

“mana yeoja itu?” tanya Siwon tak sabar. Ia takut Donghae melupakan rencana utama mereka kesini. Meskipun rasanya mustahil Donghae lupa.

“tenang saja, nikmati pesananmu..” jawab Donghae santai sambil menghirup kopinya dan membaca dari tabletnya.

Tiba-tiba Donghae melirik ke arah jam 11nya dan tertegun lama. Ia melupakan kopi dan jarinya yang masih di layar tablet. Saat Siwon menyadari itu, ia bingung bukan main. Ia malah memerhatikan tampang lucu Donghae. Sempat ia berfikir untuk memotret ekspresi Donghae seperti ini. Tapi setelah ia menyadari bahwa sahabatnya itu sudah menjadi pengusaha sukses, mungkin tindakannya itu akan membuat citra buruk bagi Donghae.

“lihat arah pandangku…” Donghae berbisik tanpa merubah ekspresinya dan tetap mematung ke arah jam 11. Itu sama saja arah jam 5 bagi Siwon.

“eh?” Siwon menoleh dan ikutan mematung. Ia menaruh gelas kopinya pelan, takut suatu saat ia melupakan gelas itu dan membuatnya jatuh.

“cantik, bukan?” tanya Donghae melirik Siwon.

When he said you looked good,

Siwon membalas tatapan Donghae dan entah kenapa tatapannya mengerikan sekarang. Seperti tatapan namja yang yeojanya ingin direbut oleh sahabatnya sendiri.

I got pointlessly angry

“eh, apakah yeoja itu sejelek itu? Kenapa ekspresimu menyeramkan?” tanya Donghae tak mengerti.

Maybe I still wanted you

to suffer because of me

Ternyata saat Donghae dan Siwon beradu pandang di mejanya, yeoja yang mereka perhatikan melirik mereka dan menajamkan pandangannya saat menyadari siapa salah satu dari mereka. Ingin sekali ia menghampiri meja itu dan memulai lagi semuanya. Tapi yang kini ia bisa lakukan adalah pergi ke dapur café dan menghentikan kegiatan sulamnya tanpa diketahui oleh kedua namja tampan tadi.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Malam harinya. Saat sudah larut malam, ternyata Siwon malah duduk di tepi jendela hotelnya. Ini sangat bukan dirinya. Dirinya yang sangat menggilai hidup sehat tidak akan tidur larut saat waktu sebenarnya membolehkannya tidur.

Tapi malam ini, Siwon malah termenung di jendela sambil meneggak pelan-pelan susu plain. Ia tidak mungkin minum alcohol kecuali saat pertemuan bisnis.

Ia menyalahkan i-pod dan mendengarkan satu lagu berulang-ulang dengan mata berkaca-kaca. Ia sudah belasan kali memutar lagu ini selama ia duduk di sana, karna memang hanya lagu ini yang diputarnya. Padahal ini lagu riang, tapi kenangan masa lalu lah yang membuat matanya berkaca saat mendengarkan lagu ini. Setelah ia sudah hampir bosan menahan tangis, ia mulai bersenandung. Suatu hal yang tak pernah dilakukannya semenjak itu.

These days, without knowing,

I sing the songs we used to listen to together

On days like this when I’m locked in old memories,

On nights when I miss you for no reason

Ya, ia merindukan yeoja itu. Ia merindukan Kang Hyunra dan hari ini, pagi ini ia menemukan sosok itu dalam status ‘gebetan sahabatnya’. Ia mengingat semua kenangan indah yang akhirnya berakhir menyakitkan. Siwon sudah memutuskan satu hal, walaupun sulit.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Oke, Siwon harus ke kantor milik Donghae lagi untuk menghadiri rapat dengan banyak pemegang saham lainnya. Ia tidak akan pernah marah dan memutuskan tali persahabatan dengan Donghae hanya karna yeoja yang Donghae juga tidak tahu apa hubungannya.

BRAK!!

Pagi itu, lobby kantor dikagetkan oleh suara keras. Tenyata dua orang telah bertabrakan karna penyimpangan jalan. Untung belum banyak orang berkeliaran disana..

“ah, mianhamnida…” seoranag yeoja memohon maaf fan tampak sangat menyesal karna menabrak seorang namja yang sudah terlihat bahwa ia bukan orang sembarangan.

“ne, gwenchanayo.” Siwon melirik orang yang menabraknya. Ia tidak kaget waktu mendengar suara yeoja, ternyata yang bertabrakan dengannya adalah yeoja, karna rasa sakit di tubuh Siwon tidak seberapa.

“Hyunra?” Siwon termangu saat ia melihat wajah yeoja itu jelas. Sekarang wajah mereka hanya 20 senti karna Hyunra sedang berusaha membersihkan jas Siwon, takut ada debu yang mengotorinya. Siwon lekas berdiri dan merapihkan pakaiannya. Begitu juga Hyunra. Mereka sedang ada di kondisi tidak enak. Sungguh canggung..

I was too young back then

Love was hard so I tried to avoid you

It was too much pressure for me and so I was unhappy

Siwon merasa sangat tidak enak. Ingin sekali ia memeluk Hyunra dan menyembunyikan wajah innocent itu di dadanya, tapi ia berfikir, mungkin Hyunra tidak akan nyaman dengan itu.

“ada keperluan apa disini?” tanya Siwon mencoba mengakrabkan diri.

“eh? Oh.. tadi aku baru bertemu dengan Lee Donghae-ssi dan membuat kontrak penyajian makanan. Cafeku akan menyediakan makanan untuk rapat-rapat disini.” Jawab Hyunra.

Siwon berfikir. Apakah Donghae begitu menyukai Hyunra, sehingga urusan konsumsi saja ia langsung yang menemui Hyunra? Bagaimana kalau itu bukan Hyunra? Pastilah berbeda…

“oh… Cafemu berbentuk pastry, bukan?”

“ne, bagaimana pendapatmu? Kau sudah menikmati makanan kami?”

“eh, iya..” Siwon tidak menyangka Hyunra menyadari bahwa ia sudah pernah ke cafenya. “sangat enak. Aku sangat menyukai wafflenya walau baru itu makanan yang aku coba.”

kau belum berubah..” bisik Hyunra pada dirinya sendiri. Siwon tidak mendengarnya. “haha… kalau begitu kau harus sering menghadiri rapat di kantor ini karna kau akan menjumpai berbagai macam makanan kami. Pasti kau tidak punya waktu, bukan?” Hyunra berubah riang.

“ya, pasti. Hari ini saja aku akan menghadiri rapat disini. Semoga nanti aku menemui pancake atau waffle dengan rasa lain.” Ujar Siwon bercanda. Ia tersenyum dan Hyunra tertawa kecil melihatnya.

“sudah berapa lama kau kembali?” tanya Siwon berubah menjadi obrolan privat.

Time passes so fast

I wonder if you’re doing well

“hampir 2 tahun. Aku langsung ke Busan dan membuka toko disini.”

“kenapa tidak ke Seoul? Kau tahu, aku masih menunggumu…” entah mengapa, lega sekali dada Siwon saat berbicara jujur.

Hyunra menatap wajah Siwon terkejut. “bukankah kau sudah menikah?”

“menikah?” kali ini Siwon yang terkejut bukan main.

“ya, menikah. Kudengar dari kabar yang berhembus kalau kau sudah menikah di Korea ini. Kabar itu sudah kudengar sejak aku masih di Manhattan. Sadarkah kau bahwa kau benar-benar terkenal sebagai pengusaha muda? Itu alasanku memutuskan untuk langsung ke Busan saat kembali ke Korea. Aku takut aku akan menemui banyak sosokmu di Seoul. Aku rasa, aku salah. Buktinya aku masih merasa sakit dan rindu saat mengingatmu.” Mata Hyunra sudah berair.

“maaf. Aku tidak tahu bahwa kabar seperti itu yang berhembus. Aku mau kau tahu, semenjak saat itu, aku tidak pernah dekat dengan wanita. Bahkan sepertinya aku tidak mau mengenal wanita-wanita baru di hidupku. Untung saja orang tuaku mengerti dengan tidak pernah mengatur kencan buta dan semacamnya..” Siwon menjelaskan. Sekarang mereka berdua sedang ada di atap gedung.

Hyunra hanya bisa menangis sesenggukan padahal ia sudah mencoba menahannya. Siwon mengeluarkan sapu tangan yang selalu ia bawa. Dan kebetulan sapu tangan yang ia bawa hari itu adalah salah satu pemberian Hyunra dan menjadi favoritnya. Hal itu semakin membuat Hyunra terharu. Ia menyadari bahwa ucapan Siwon memang benar, namja itu masih mengharapkannya. Ia menyesali keputusannya yang egois dengan langsung pergi melarikan diri ke Busan dan seolah mau menciptakan kehidupan baru meskipun ia gagal karna selama ini Hyunra masih mengingat Siwon. Andai saja waktu itu ia menahan rasa egoisnya dengan kembali ke Seoul dan sengaja mencari Siwon, mungkin ia mendapatkan kenyataan yang membahagiakan.

So eventually, I made you cry

When today passes, you will disappear like dust

“sekarang sahabatku, Lee Donghae sangat menyukaimu.” Siwon bangkit. “baginya, kau sangat istimewa. Donghae adalah don juan kelas kakap dan kau sepertinya benar-benar berbeda baginya. Kuharap kau bisa dekat dengannya.” Saat Siwon hendak pergi, Hyunra bertanya.

you don’t love me?

“haha.. Itu pertanyaan yang sama seperti 7 tahun lalu. Kau pasti tahu jawabannya. Jawabanku sama seperti jawabanmu waktu itu. Ini demi kebaikan kita berdua.” Siwon tertawa pahit.

what is love?

If I look sad, my tears are like smoke,

like dancing smoke

“aku masih mengingat semua ucapanmu waktu itu. Walaupun rasanya menyakitkan.” Siwon melanjutkan. Asal kau tahu, aku masih sangat mencintaimu…

Siwon pergi meninggalkan Hyunra tanpa Hyunra bisa tahan.

Tomorrow, my day will start like nothing is wrong

and I will forget you

Tanpa mereka sadari, ternyata Donghae mendengar percakapan mereka.

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

“kapan kalian pertama kali bertemu?” Siwon menatap Donghae tidak mengerti. Tadi, setelah rapat, Donghae memintanya datang setelah jam makan siang ke ruangannya. Dan baru saja Siwon membiarkan pintu ruangan itu tertutup, Donghae langsung bertanya dan Siwon tidak mengerti apa maksudnya.

“siapa maksudmu?”

“Kang Hyunra.” Siwon mengerti arah pembicaraan mereka saat Donghae mengucapkan nama itu dengan tegas. Donghae mendengar percakapannya dengan Hyunra ternyata.

“10 tahun lalu. Saat kami masuk universitas. 3 bulan setelah itu hubungan kami berubah menjadi lebih dekat dan 3 tahun setelahnya, bahkan sebelum kami berdua lulus, ia sudah pergi.” Siwon menjelaskan.

“kau masih mencintainya?” Donghae mulai melunak.

“jujur, iya. Aku menunggunya selama 7 tahun dan seperti yang kau ketahui, aku menutup diri dengan wanita manapun. Dan aku merasa aneh saat aku mau saja ikut denganmu mengenalkan yeoja yang kau bilang istimewa, padahal biasanya aku tidak pernah mau tahu urusanmu dengan wanita.Ternyata memang dia. Pantas saja,” Siwon tertawa mengingat itu semua. Ia baru menyadarinya sekarang.

Donghae menyerngit tak suka, tapi bagaimanapun juga Siwon adalah sahabatnya. Ia harus mengerti meskipun sekarang hatinya dipenuhi rasa tak nyaman yang asing baginya. Ia belum pernah merasakan rasa ini sebelumnya. Apakah ia cemburu? Untuk pertama kalinya ia cemburu karna yeoja. Sepertinya Hyunra sudah merubahnya dari seorang playboy menjadi pria yang benar-benar jatuh cinta. Merasakan jatuh cinta..

“jadi ia adalah wanita Misterius itu?” Donghae menyebut sosok Hyunra sebagai wanita Misterius selama ini. Karna sosok Hyunra yang misterius. Padahal sosoknya tidak ada, tapi mempengaruhi kehidupan Siwon sangat besar seperti ini. Donghae sempat berfikir sosok Hyunra adalah tidak ada karna Donghae tidak pernah sekalipun melihat wajahnya. Tenyata wanita sahabatnya itu sekarang sudah mencuri hatinya yang selama ini tersembunyi.

Siwon tertawa dengan pertanyaan Donghae. “ya, ia adalah flowers girl.” Donghae tak pernah tahu alasan Siwon menyebut Hyunra dengan gadis bunga karna selama ini ia tak pernah bertanya dan Siwon juga tak pernah mengatakan alasannya. Tapi entah kenapa sekarang Donghae ingin tahu alasan panggilan manis itu, dan mungkin alasan dibalik itu akan menyakitkannya.

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Hari ini Hyunra meminta Siwon menemuinya ke pantai yang terkenal di Busan. Bukan untuk mengingat kenangan masa lalu, tapi untuk menanyakan maksud Siwon mengatakan bahwa ia meminta Hyunra untuk lebih dekat dengan Donghae.

“aku tidak bisa membuat temanke kecewa. Ia sudah mengetahui kenyataan diantara kita dan sepertinya perasaannya padamu sangat dalam.”

Jawaban Siwon meyakinkan Hyunra bahwa ternyata namja itu sedang merelakan dirinya untuk mencari namja lain dan sekarang adalah seorang Lee Donghae.

“aku akan mencobanya..” balas Hyunra menahan sakit. Siwon lega sekaligus merasa sesak.

When today passes, you will disappear like dust

I’ll just remain here, smiling,

as I pray that you will be happy

“boleh sekarang kita mengenang masa lalu? Aku ingin mengetes apa kau masih ingat dimana kita bertemu?” tanya Hyunra mengalihkan topic.

Do you remember the day we first met?

“masih lah!! Di toko bunga saat kau dikelilingi banyak mawar. Aku masih mengingatnya. Auramu sangat berwarna, mengalahkan ratusan mawar disana.” Kenang Siwon tak bermaksud merayu.

Innocent smiles with roses

“setelah itu ternyata kita bertemu di kampus saat hari pertama masuk. Ternyata kita satu universitas.. Sungguh aku sudah mengagumimu sejak bertemu di florist saat aku disuruh eomma mengecek bunga pesanan. Rasanya aku ingin mengganti ribuan bunga itu dengan dirimu saja…” ujar Siwon bercanda. Mereka berdua tertawa sehingga hari mereka tidak canggung.

My submission to you without reason

 

♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪♪

Hari-hari selanjutnya, diisi Siwon dengan mengurusi proyeknya di Busan. Di saat waktu luang, ia ikutan acara pendekatan Hyunra dan Donghae dengan menahan rasa cemburunya.

Tak terasa hampir 2 bulan Siwon ada di Busan untuk pekerjaannya, saat ia ingin pamit pada kedua sahabatnya kini, Donghae dan Hyunra, ternyata mereka berdua sudah jauh lebih dekat dan katanya Donghae sudah menyatakan perasaannya dengan jelas dan tinggal menunggu jawaban Hyunra yang sudah dipastikan IYA.

Siwon pun kembali ke Seoul membawa rasa yang berbeda. Penantiannya telah terjawab sekarang. Ia mulai mencoba mencari cinta. Tapi tetap, ia tidak membuka pintu untuk sembarang wanita. Dan saat ada tawaran untuk ke Paris dan mengurusi perusahaan disana selama 5 tahun, Siwon pun setuju. Kalau boleh jujur, ia ingin meninggalkan semua kenangan ini. Ia berdoa suatu saat nanti ia kembali, ia sudah bisa menuntun pilihan hatinya dan ikut kembali di kehidupan rumah tangga kedua sahabatnya.

Tomorrow, my day will start like nothing is wrong

and I will forget you

I’ll just remain here, smiling,

as I pray that you will be happy

If someday on the streets

we run into each other

I hope we will look happy as we smile,

each with a different person

ENDING

p.s: sebenernya ini happy ending atau sad ending sih? Biasanya ff yang gue bikin selalu happy end meskipun ada HURTnya… yah, semoga apapun endingnya, kalian puas. Kalian bisa meneruskan ceritanya sendiri di khayalan kalian J

Bye~Bye~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s